Early College
Kita sudah mengenal cukup lama yaitu 3-4 tahun. Awal mula kita ketemu adalah ketika hari pertama kita kuliah, dimana kita mendaftar di universitas yang sama dan terkenal akan jurusan Computer Science. Alasan kita masuk ke dalam jurusan Computer Science simpel : kita suka dengan teknologi, meskipun kita tidak mendapatkan edukasi seperti yang kita ekspektasi (Toby no programmer, Fandy web programmer, Adhy web and graphic designer). Kita semua bertemu di satu kelas yang sama yaitu Smart Class Program dari Binus University meskipun tidak semua anak smart, termasuk saya… tidak pintar dalam koding. Awalnya kita tidak kenal, dan kenal di saat pertama saat mengerjakan tugas Matematika Diskrit.BNCC
Ketika kita ikut acara pameran organisasi, kita ikut BNCC (Bina Nusantara Computer Club), yang mempunyai alumni penemu Tokopedia, William Tanuwijaya. kita mendaftar secara berurutan dan mulai aktif menjalani organisasi sangat unik yang seperti perusahaan teknologi namun non-profit. Kita berorganisasi bersama dan menjalankan tugas seperti layaknya karyawan yaitu Toby (Chief Marketing Officer), Adhy (Chief Executive Officer) dan Fandy (Senior Web Development Trainer and Software House Developer) .Startup Life
Sejak awal kita berencana membuat startup. Saya yang tidak bisa koding tapi suka dengan IT, ingin mendalami marketing dimana ternyata saya sangat bersemangat di area ini. Saya berhasil ketemu dengan Raisa, penyanyi wanita nomor 1 di Indonesia, saya dikenal di komunitas startup seperti Founder Institute, StartupLokal, Tech in Asia dan lain-lain. Membuat event IT Job Expo terbesar di Indonesia yaitu Indonesia Techno Career 2015. Mengobrol dengan Andrew Darwis, Founder Kaskus, the Largest Community in Indonesia, William Tanuwijaya, Founder Tokopedia, the Largest Marketplace in Indonesia dan juga Petersedangkan Adhy dan Fandy mengerjakan proyek-proyek dari perusahaan dan startup yang mendapatkan penghasilan tinggi dan memenangkan banyak penghargaan. Kita juga mulai beberapa startup-startup kecil seperti yang saya bilang di atas.Mountain Kejora
Seiring berjalan waktu ketika saya aktif di komunitas, saya mencapai apa yang saya inginkan ketika itu. Bekerja di sebuah venture capital. Saat itu, saya datang ke Ideabox Launching, the best incubator in Indonesia so far. Saya ketemu dengan Sebastian Togelang, Managing Director dari Mountain Kejora Ventures (sebelumnya Mountain SEA Ventures) dan Andy Zain, Managing Director dari perusahaan yang sama. Sebuah keberuntungan saya yang berumur 18 tahun saat itu ditawarin menjadi part time internship dimana saya mengembangkan traffic http://ift.tt/1akqgaR hingga 1 juta total traffic dan lebih fokus pada finance niche dengan SEO dan zero marketing budget. Saat itu saya hanya ber 4 dan sekarang Mountain Kejora memiliki karyawan hingga 300 karyawan. Saya mengajak Adhy dan Fandy untuk bergabung karena saya ingin mereka bisa belajar teknikal dan belajar mengembangkan startup dari 0.Y Combinator and Knoowly
Suatu saat kita kita memutuskan komitmen untuk menjalankan Knoowly, Quora-clone for Indonesia dengan advertising. Hal mendasar kenapa kita mau melakukan adalah karena kami suka berbagi pengetahuan ke orang-orang. Hingga akhirnya kita ikut Dragon’s Den bersama dan terpilih menjadi finalis. Suatu pengalaman terbesar dalam hidup ketika bisa pitching di depan investor dan Y Combinator dan mendapatkan private mentoring dengan Y Combinator (Ruchi Sanghvi, Ray Chan, Justin Kan, Daniel Kan, Tikhon Berstam dan Kevin Hale). Kita senang sekali dengan apa yang baru saja kita alami akan tetapi karena kita masih part-time, kami menahan proyek ini sementara.Pintarindo, Binus Incubator, SPEAQUS
Ketika di semester 5 kami berpikir, apakah yang akan kami lakukan ketika kita mau menjalankan tugas akhir. Akhirnya kita memilih untuk menjalankan Knoowly seperti permulaan dan masuk ke dalam Binus Incubator untuk 1 tahun terakhir kita. Konsep berubah menjadi Pintarindo, sebuah marketplace untuk periset dan pembeli. Akhirnya kita menjalani hal ini selama 6 bulan dan mendapatkan penolakan hingga 20 kali dan lebih. Akan tetapi coach tetap menginginkan kita untuk bertahan dan kami merasa tidak ada peluang nya hingga kita mengganti konsep menjadi SPEAQUS dimana kita sangat ingin mengembangkan sharing knowledge culture movement di duniafrom Tumblr http://ift.tt/1FCZIBF
via IFTTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar